Skip to main content
JAP BERPUSAT

follow us

Cara mengatasi GPT Partition saat Instal Program Windows

Mengatasi GPT Partition saat Instal Program Windows tanpa harus menghapus data. Berhubung ini adalah kejadian yang baru saja saya alami ketika saya ingin menginstal windows 10, tetapi saat prosesi instalasinya tiba-tiba muncul hardisk tidak bisa didelete atau diformat yang berakibat pada proses instalasinya otomatis tidak berjalan. Setelah saya baca detail informasi yang ada pada menu tanda seru, disana muncul keterangan bawa “windows cannot be installed to this disk. The selected disk is of the GPT partition”. Lalu apa yang disebut GPT partition? Sebenarnya ada 2 macam jenis partisi, yaitu GPT dan MBR. GPT partiton adalah standar untuk tata letak dari tabel partisi dihardisk yang menggunakan Globally Unique Identifier. Sedangkan MBR atau Master Boot Record (MBR) adalah disk yang memiliki berbagai sektor berisi data booting. Sektor pertama tentang informasi mengenai partiton disk OS yang digunakan. Namun disk MBR memiliki keterbatasan dan banyak model komputer baru yang bergerak ke GPT disk (https://winpoin.com).

Sekedar asumsi saya, bahwa format hardisk yang saya gunakan sebelumnya berformat MBR, Jadi mau tidak mau harus tetap menggunakan MBR karena jika menggunakan GPT tetap tidak mau diformat saat menginstal OS windows. Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan antara 2 format tersebut, kamu bisa membaca artikel pada portal winpoin.com atau lengkapnya yaitu https://winpoin.com/winexplain-apa-itu-gpt-partition-atau-guid-di-windows.

Untuk mengembalikan format GPT ke MBR, saya coba googling kesana kemari mencari artikel untuk masalah yang saya alami ini, namun rata - rata kebanyakkan yang menjelaskan bahwa jika ingin memformat hardisk tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu secara total (Waduh bisa - bisa data yang ada sebelumnya hilang semua dong?). Sebetulnya bisa saja data di back up terlebih dahulu, namun jika kapasitasnya besar dan bergiga - giga otomatis ya pastinya menghabiskan waktu juga dan kebetulan saya sendiri tidak punya alat untuk membackup-nya karena posisi laptop sudah mati total. Bagi kamu yang mengalami kejadian seperti saya, kamu bisa ikuti cara yang akan saya uraikan pada postingan ini.

Saat akan menginstal komputer / laptopnya jika laptop kamu sudah gagal booting, satu -satunya jalan adalah mempersiapkan 2 buah flasdisk yang berkapasitas 4 GB atau lebih dan yang satunya lagi boleh yang berkapasitas 1 GB. Flasdisk inilah yang nantinya akan kita jadikan alat untuk booting. Kenapa harus ada 2 flashdisk? Karena flashdisk yang pertama nantinya akan digunakan untuk booting windows yang berupa ISO (sebenarnya 1 saja cukup jika kamu memiliki OS windows 7 atau 10 yang yang berupa CD / DVD). Flashdisk yang kedua akan digunakan untuk booting dari aplikasi mini tool partition wizard. Mini tool partition wizard ada 2 macam, yaitu bentuk exe dan ISO. Sama halnya dengan windows 7 dan windows 10 yang akan digunakan yaitu file ISO (Jika tida memiliki CD/DVD bootingnya). Jika sudah paham dari kedua fungsi flashdisk ini yuk simak langkah - langkahnya seperti dibawah ini:

  1. Unduh aplikasi rufus versi berapa saja atau yang terbaru, rufus ini adalah alat untuk membuat bootable dari USB drive. Unduh rufus versi 3.3
  2. Download Mini tool partition wizard yang berupa ISO, inget ya pilih yang ISO jangan yang exe. Untuk aplikasinya silahkan googling saja di internet juga banyak.
  3. Buka aplikasi rufus yang sudah didownload tadi, kemudian kemudian colokan flashdisknya ke laptop (saya asumsikan kamu punya 1 laptop cadangan, jika tidak punya bisa pinjam ke teman atau pergi ke warnet terdekat). “Perlu diperhatikan bahwa cara ini akan memformat semua file flashdisk, saya sarankan di backup dulu flashdisknya ya”.
  4. Pastikan "Device" sudah pada posisi flashdisk, kemudian pilih "SELEC" untuk mencari lokasi file mini tool partition wizard yang berupa ISO, kemudian tekan tombol "START"
  5. Tampilan mini tool wizard format ISO

  6. Tunggu proses dari aplikasi rufus sampai selesai. Jika sudah selesai cabut flashdisk-nya dan colokan pada laptop yang akan diperbaiki (mengkonversi dari GPT ke MBR)
  7. Hidupkan laptop yang akan diperbaiki dan masuk pada menu BIOS. Setting first boot dari HDD atau CD/DVD ke settingan flashdisk. (settingan BIOS tiap laptop berbeda - beda, untuk masuk ke menu BIOS dibeberapa laptop tinggal googling lagi saja dengan kata kunci "Tombol BIOS laptop type....(sebutkan nama laptopnya)". Jika di laptop yang bermerk HP tinggal tekan tombol F9 lalu pilih jenis flashdisk

Setelah memilih jenis booting, segera direstart laptopnya. Maka akan muncul tampilan kurang lebih seperti dibawah ini. Pilih yang paling atas yang berwarna hitam seperti gambar berikut.




Selanjutya akan muncul menu tampian mini tool wizard. Langsung saja pilih convert GPT disk to MBR disk dan arahkan kursor pada kotak yang saya tandi warna merah Basic GPT. Mohon pilih hardisknya, jangan pilih bagian partisinya ya.



Sebelumnya mohon maaf, berhubung waktu kejadian tidak sempat memfoto tampilan mini tool-nya terlebih dahulu, maka sebagian gambar adalah hasil dari googling. Namun gambar tersebut sudah saya edit kembali agar sesui dengan tutorial ini. Terima kasih, semoga bermanfaat.

You Might Also Like:

Comment Policy: Berikan komentar yang sesuai dengan tema pada postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar