Skip to main content
JAP BERPUSAT

follow us

Alasan Kenapa Lulusan Generasi Milenial Sulit Mendapatkan Pekerjaan

Mendengar kata pengangguran, saya jadi teringat berita viral yang sedang ramai di instagram soal lulusan salah satu universitas yang dengan lantangnya menagih janji lowongan pekerjaan kepada presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo. Memang tidak ada yang salah untuk menagih janji, akan tetapi apakah tidak elok kalau belum apa - apa, belum juga berusaha sudah dapat menyimpulkan sulit kerja.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini sangatlah sulit untuk mencari pekerjaan, terlebih bagi orang - orang yang tidak memiliki keahlian dibidangnya dan lama - kelamaan akan kalah saing dengan lulusan - lulusan muda yang memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Untuk menjawab pertanyaan mengenai sulitnya mendapatkan pekerjaan di zaman milenial seperti saat ini, berikut ini merupakan beberapa alasan yang perlu anda ketahui soal sulitnya mencari pekerjaan dizaman milenial, diantaranya:

1. Keterampilan Khusus

Jika anda hanya mengandalkan ijazah untuk mencari pekerjaan namun anda sendiri tidak memiliki salah satu keterampilan/keahlian yang diperlukan oleh perusahaan, cobalah untuk mengikuti kursus diluar dari jurusan anda. Misalnya seperti kursus bahasa inggris, jepang, mandarin atau lainnya yang paling dibutuhkan oleh perusahaan.

Hal tersebut berpengaruh anda dapat diterima kerja karena memiliki nilai lebih yang tidak dimiliki oleh saingan anda dalam mencari pekerjaan.

2. Menjaga Perilaku di Sosial Media

Kenapa saya katakan demikian? sebelum saya memberikan jawaban, apakah anda memiliki sosmed? Jika iya sebaiknya hindari berperilaku yang tidak baik di sosial media seperti memposting berita - berita hoax, menjelekan seseorang, atau status - status prpvokasi yang diluar dari kewajaran.

Tahukah anda bahwa sosmed pun bisa menjadi penentu anda diterima kerja atau tidak karena tidak sedikit perusahaan akan meneliti atau menilai kandidat yang akan dipekerjakan ditempatnya dengan cara mengetahui sisi kehidupannya disosmed anda.

Banyak HRD dan rekruiter yang mengeluh ketika mereka mewawancarai para pencari kerja (generasi milenial) seputar perilaku dan sikap dari para kandidat kerja.

3. Gaji yang Tinggi

Siapa yang tidak mau gaji tinggi? Bukan cuma anda yang berpikir demikian, saya juga sama. Namun ada baiknya tidak menargetkan gaji yang tinggi dulu, terlebih bagi lulusan yang fresh graduate.

Bagi lulusan yang belum pernah bekerja di perusahaan, sebaiknya jangan meminta gaji tinggi dan fokus dengan mencari pengalaman saja karena beberapa perusahaan biasanya mencari calon pegawai yang mau dibayar secara tidak berlebihan (minimal sesuai dengan UMR).

Setelahnya apabila anda sudah memiliki pengalaman kerja dan kebetulan ada kesempatan untuk pindah kerja ke perusahaan yang lebih besar lagi yang memungkinkan anda diterima dengan target gaji yang tinggi akan terbuka lebar untuk anda.

Selain ketiga alasan diatas, pada saat interview baik dari segi sikap tubuh, intonasi, dan cara berpakaian diusahakan kesemuanya mencerminkan sikap kepercayaan diri yang tinggi.

You Might Also Like:

Comment Policy: Berikan komentar yang sesuai dengan tema pada postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar