Skip to main content
JAP BERPUSAT

follow us

Kebijakan Ditjen GTK Terhadap Pengembangan Profesi Guru, Rakernas XXII PGRI 04 Juli 2019

Secara nasional, jumlah guru baik di sekolah negeri maupun swasta (tidak termasuk guru agama) baik itu yang berstatus PNS maupun Non PNS yang sudah S1 (temasuk sudah sertifikasi/belum sertifikasi) ada sebanyak 3.017.296 orang. Pemenuhan kebutuhan guru PNS di sekolah negeri sekitar 988.133 orang. Namun yang diupayakan sebanyak 707.324 orang (Berdasarkan grafik Kebutuhan Guru di Sekolah Negeri dan Angka Pensiun guru PNS).

Seperti yang diketahui bahwa mayoritas guru yang ada di sekolah negeri sampai saat ini sebagian besar masih diisi oleh guru bukan PNS/Honorer yang direkrut tanpa seleksi (Pekerjaan Rumah untuk meningkatkan Kompetensi mereka). Idealnya jumlah PNS/ASN disemua sekolah negeri kurang lebih sebanyak 2.334.405 orang.

Dari 3.017.296 orang guru tersebut, sebanyak 1.480.407 orang sudah sertifikasi, belum sertifikasi sebanyak 817.535 orang, layak sertifikasi sebanyak 134.593 orang dan sisanya sebanyak 46.000 orang.

Berikut ini merupakan pokok perubahan Permendiknas No. 16 tahun 2019 tentang Perubahan Permendikbud No. 46 tahun 2016 tentang Penataan Guru Bersertifikat Pendidik pada satuan pendidikan :

Kewenangan mengajar guru pada jenjang TK terkait dengan :

  1. kesesuaian bidang/mata pelajaran yang diampu dengan sertifikat pendidik; dan
  2. Guru yang sudah bersertifikat pendidik selain sertifikat pendidik guru kelas TK, dan juga sudah S-1/D-IV (PG PAUD, PGTK Psikologi) yang dapat mengajar sebagai guru kelas TK.

Kewenangan mengajar guru kelas dan guru mata pelajaran pada SD terkait dengan :

  1. kesesuaian bidang/mata pelajaran yang diampu dengan sertifikat pendidik;
  2. Guru yang memiliki sertifikat pendidik selain sertifikat pendidik guru kelas SD, dan juga sudah S-1/D-IV tertentu (PGSD Psikologi) yang dapat mengajar sebagai guru kelas SD; dan
  3. konversi kode sertifikat.

Kewenangan mengajar guru mata pelajaran pada SMP terkait dengan :

  1. kesesuaian mata pelajaran yang diampu dengan sertifikat pendidik; dan
  2. Guru yang memiliki sertifikat pendidik selain sertifikat Pendidik Guru Mapel, mempunyai sertifikat pendidik dalam rumpun bidang ilmu dapat mengampu Mapel yang ada di SMP kualifikasi akademik S-1/D-IV tertentu dapat mengajar sebagai guru mata pelajaran.
  3. Contoh :

    • Mapel guru yang bersertifikat Pendidik IPA terpadu, Fisika, Kimia umum, Biologi, dapat mengampu Mapel IPA.
    • Mapel guru yang bersertifikat Pendidik IPS terpadu, Sosiologi, Antropologi, Ekonomi,Geografi, Sejarah, dapat mengampu Mapel IPS.

Lebih lengkap mengenai Kebijakan Ditjen GTK Terhadap Pengembangan Profesi Guru, anda dapat mengunduh file-nya yang sudah saya sediakan dibawah ini, karena materinya cukup banyak yang bisa anda pelajari sendiri kapan pun dan dimanapun.

DOWNLOAD
Download Kebijakan Ditjen GTK Terhadap Pengembangan Profesi Guru

File diatas berformat pdf dan sebanyak 38 halaman yang mana didalamnya berisi kebijakan - kebijakan seperti Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepsek dan Pengawas Sekolah Permendikbud No. 15/2018, Penugasan guru sebagai Kepala Sekolah Permendikbud nomor 6 tahun 2018, desain program dan perbaikan proses pembelajaran, serta masih banyak lagi yang lainnya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Berikan komentar yang sesuai dengan tema pada postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar